Minggu, 09 Juni 2019

Allah ada. Dan akan selalu ada.


Saat hati mulai letih, ku tahu bahwa Allah sedang menguji.
Saat diri mulai lemah, ku tahu bahwa Allah ingin melihat perjuanganku lebih keras lagi.


Mata, yang selalu mencoba bersinar ditengah mendung.
Bibir, yang selalu mencoba melengkungkan senyuman ditengah tengah gundah gulana.
Kemudian, hati yang selalu memcoba kokoh agar tak mudah rapuh.
Namun tetap tak mampu bila bukan hanya karenaNya lah aku bertahan.


Badai, sewaktu waktu bisa saja merengkuh.
Air mata kapan saja bisa menghujani pipi.
Tapi, apalah daya jika bukan karenaNya.
Tak akan pernah tampak sinarnya matahari menerangi.


Allah bukanlah sekedar upaya yang kuinginkan tertanam di dalam diri.
Namun bekal kesabaran dan ketabahan dariMu yang selalu aku damba.
Aku lemah. .
Aku rapuh. .
Aku kuat bila ku selalu dalam genggamanMu. .


Wahai Allah. . .
Bukan pembalasan yang ingin ku lontarkan.
Tapi, kerendahan hati yang ingin kupinta dariMu.
Dan semoga engkau selalu bersamaku.
Kemanapun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaannya. .

Minggu, 05 Mei 2019

Marhaban Yaa Ramadhan


Marhaban yaa Ramadhan

Hujan & gerimis masih merinai diawal Mei.
Saat kaum muslim menyambut datangnya bulan suci.
Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindui.
Saat masjid dan surau padat ibadah dimalam hari.

Telah datang bulan agung & mubarak.
Ramadhan adalah penghulu dari seluruh bulan.
Setiap muslim berlomba mendulang amal terbaik.
Jangan disia-siakan kedatangannya walau sekejappun.

Kota Parahyangan di tanah pasundan.
Kota Yogyakarta dikenal kota pendidikan.
Berhubung besok kita sudah puasa Ramadhan.
Salah & khilaf sudilah dimaafkan.

Bila ananda merindukan ayah & bunda.
Jangan tinggalkan ibadah & sematkanlah doa.
Harum nuansa Ramadhan tercium sudah.
Rindu sanak kerabat yang lama tak bersua.

Jika tercoreng noda akibat setitik tinta,
Dosa setitikpun membuat hati gundah.
Mari sambut bulan ampunan dengan rindu & cinta.
Agar peroleh pahala berlipat ganda.

Waktu begitu cepat bergulir.
Tau tau Ramadhan sudah besok hari.
Sebentar lagi pintu-pintu surga dibuka.
Sebentar lagi pintu-pintu neraka ditutup.
Sebentar lagi syetan-syetan dibelenggu.
Sebentar lagi ada malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Sekali lagi mohon maaf lahir & batin.
Habis dendam hilang marah hingga saat hari kemenangan tiba.


Marhaban yaa sahrul Quran.

Kamis, 22 Februari 2018

Be Brave!

Beranilah!

Karena banyak orang pintar yang tidak mencapai tujuannya hanya karena tidak berani melangkah.

Mungkin kita akan jatuh saat coba berjalan, terluka lalu merasa sakit.

Tapi itu lebih baik daripada tidak merasakan apa apa sebab tak pernah melakukan apa apa.

Kita itu seperti kapal pesiar.
Dibuat sedemikian sempurna dan indah bukan untuk hanya diam di dermaga. Melainkan berlayar ke seantero dunia.

Kita itu bisa meraih sukses.
Asalkan mau berusaha dan terus berusaha.

Lakukan dengan ikhlas,
Niscaya akan terasa ringan saat kita melangkah.

Jangan pernah merasa sendiri berjuang.
Karna sesungguhnya Allah bersama orang orang yang mau bekerja keras..

Rabu, 14 Februari 2018

Masa SMA


Masa Sma adalah masa yang indah? Benarkah?
Punya teman teman seperti mereka lah yang indah..
Yaa memang kita beda. Tapi setidaknya kita punya satu tujuan sama. *Sukses*

Hari ini, perayaan ulang tahun sekolahku. Bersama mereka, teman teman dan wali kelasku tersayang.

Mungkin ini moment terindahku di awal tahun 2018


Social oneπŸ’ž
Sukses selalu buat kalian semua






Rabu, 07 Februari 2018

Benarkah Iman Telah Tertanam di Hatiku


Dimana letak iman ini?

Sering kubertanya, mengapa diri ini masih terpancing amarah.
Sering kubertanya, mengapa lidah ini masih sering membuat luka.
Sering kubertanya, mengapa sikap ini masih tak sesuai aturan agama.
Sering kubertanya, mengapa aku mudah jatuh cinta sebelum waktunya.
Sering kubertanya, mengapa aku masih mencintai dunia.

Dimana letak iman ini?

Iri melihat mereka yang bermesraan dengan kekasih haramnya.
Iri melihat mereka yang menggenggam erat dunia.

Apakah iman ini benar ada di hati?
Atau yang kulakukan selama ini hanya menutupi kemunafikan diri?

Allah SWT berfirman :
"Tetapi Allah menjadikan kamu (cinta) kepada keimanan & menjadikan keimanan itu indah di dalah hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, & kedurhakaan. Mereka itulah orang orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia & nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (QS Al Hujurat : 7-8)

Lantas,
Sudahkan iman ini didalam hati?
Sudah luruskah jalan yang kutempuh ini?
Sudah sesuaikah diri ini dengan pertanda keimanan sebagaimana firman Allahu Robby?

Aku merenung..
Aku menunduk malu..
Aku selalu menanyakan hal yang sama pada diriku..

"Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan keimanan. Dan jadikan kami sebagai orang yang mendapatkan petunjuk & memberi petunjuk (kepada orang lain)"
Amiinn